PENGUATAN DISEMINASI PURA PANCORAN SELUKAT SEBAGAI DESTINASI WISATA SPIRITUAL DI DESA KERAMAS

Penulis

  • I Gusti Ngurah Made Wiratama
  • I Gusti Agung Sri Rwa Jayantini
  • Ni Putu Mira Listya Dewi
  • I Kadek Agus Trisna Putra

Kata Kunci:

Wisata Spriritual, Pelestarian Budaya, Desiminasi Digital, Public Speaking, Pengabdian Masyarakat

Abstrak

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat diseminasi digital Pura Pancoran Selukat sebagai destinasi wisata spiritual berbasis pelestarian budaya di Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Program dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya dokumentasi digital, media literasi budaya, serta kemampuan komunikasi generasi muda dalam mempromosikan potensi wisata spiritual desa. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahap observasi, wawancara, dokumentasi budaya, pelatihan public speaking, dan penyusunan buku profil pura. Kegiatan dilaksanakan pada Februari–Maret 2026 dengan melibatkan pengurus desa adat, pemuda STT Dwara Dyaksa Banjar Lodpeken, dan masyarakat setempat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas komunikasi peserta sebesar 72% berdasarkan hasil pre-test dan post-test pelatihan public speaking. Selain itu, program menghasilkan video dokumentasi prosesi Melasti berdurasi 12 menit, satu buku profil pura, serta media promosi digital yang digunakan sebagai sarana edukasi budaya dan promosi wisata spiritual. Program ini memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian budaya lokal, penguatan identitas spiritual masyarakat, serta pengembangan wisata budaya berbasis komunitas secara berkelanjutan.

Referensi

Budiasih, M. (2021). Pariwisata spiritual di Bali. Jurnal Pariwisata Budaya: Jurnal Ilmiah Pariwisata Agama dan Budaya, 2(1), 70–80. https://www.researchgate.net/publication/335763433_Pariwisata_Spiritual _di_Bali

Cahyani, K. A., Sundarianti, N. N., Ernawati, A. A. I. M. D., Parikesit, I. K., Margayawati, N. L. P., Wiyono, B., Widanti, N. P. T., Sudiyani, N., & Fajar, N. M. A. P. (2025). Model pemberdayaan masyarakat melalui integrasi Tri Hita Karana dalam wisata spiritual berkelanjutan di Desa Penatih Dangin Puri. Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, 4(3), 112–121. https://doi.org/10.55681/devote.v4i3.4568

Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. Basic Books.

Handayani, M. M., Sumertajaya, I. K. S. W., Sumarda, G., Artayasa, I. M., & Artana, M. (2024). Pengembangan wisata spiritual Taman Pecampuhan. Jurnal Komunitas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 7(1), 29–34. https://doi.org/10.31334/jks.v7i1.3544

Jamal, T., & Robinson, M. (2020). The SAGE handbook of tourism studies. Sage Publications.

Kaul, N., Bhandari, H., Deshpande, A., Mittal, A., & Raut, R. (2025). Exploring cultural heritage management research in tourism: Insights through the lens of destination management and nomological networks. Tourism and Hospitality Research. https://doi.org/10.1177/14673584251384886

Mandić, A., & Kennell, J. (2021). Smart governance for heritage tourism destinations: Contextual factors and destination management organization perspectives. Tourism Management Perspectives, 39, 100862. https://doi.org/10.1016/j.tmp.2021.100862

Putra, I. M. E. L., Pramuki, N. M. W. A., Purwaningrat, P. A., Diputra, G. I. S., Apsaridewi, K. I., & Arthadana, M. G. (2024). Harmoni alam dan budaya: Mewujudkan pariwisata berkelanjutan melalui Tri Hita Karana di desa adat Bali. Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi, 3(4), 167–173. https://journal.adpebi.com/index.php/JPMA/article/view/1156

Prajnawrdhi, T. A., Paramadhyaksa, I. N. W., Mahastuti, N. M. M., & Satria, M. W. (2024). Perancangan fasilitas wisata spiritual berbasis pelestarian budaya. Buletin Udayana Mengabdi, https://doi.org/10.24843/BUM.2025.v24.i01.p06 24(1), 31–36.

Rifa’i, M. N., & Kamaludin, M. (2021). The concept of spiritual tourism. Satwika: Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial, 5(1), 142–151. https://doi.org/10.22219/satwika.v5i1.15530

Sukadi, S., Sutama, I. M., & Sanjaya, D. B. (2013). Pengembangan potensi pariwisata spiritual berbasis masyarakat lokal di Bali. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 2(1), 1–13. https://doi.org/10.23887/jish-undiksha.v2i1.1310

Supartini, N. L., Aditya, I. W. P., Yani, N. W. M. S. A., & Riyanti, T. A. A. (2023). Digitour: Pengabdian kepada masyarakat dan implementasi bisnis digital dalam paket wisata sejarah di Denpasar. Jurnal Visi Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 44–53. https://doi.org/10.51622/pengabdian.v5i1.1376

Sutarya, I. G. (2018). Agen budaya dan pemasaran: Peran ganda jaringan perguruan spiritual dalam promosi wisata spiritual di Bali. Jurnal Kajian Bali, 8(1), 1 16. https://doi.org/10.24843/JKB.2018.v08.i01.p01

UNESCO. (2003). Convention for the safeguarding of intangible cultural heritage. UNESCO Publishing. https://ich.unesco.org

Weda, I. B. N. (2023). Dampak keterlibatan dan dukungan masyarakat pada wisata spiritual di Bali-Indonesia. Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 9(2), 375–386. https://jurnal.uin antasari.ac.id/index.php/moe/article/view/10996

Wirawan, P. E., & Rosalina, P. D. (2024). Enhancing cultural heritage tourism through a spiritual knowledge: The implementation of Tri Hita Karana in Taro Village Gianyar Bali. Jurnal Kajian Bali, 14(1), 215–233. https://doi.org/10.24843/JKB.2024.v14.i01.p10

Diterbitkan

2026-06-14